Shopping Cart

Total Items:
SubTotal:
Tax Cost:
Shipping Cost:
Final Total:
Powered by Blogger.

Para malaikat pembawa ‘Arsy (Hamalatul ‘Arsy) merupakan malaikat yang paling dekat kedudukannya dengan Allah I. Selain sangat patuh, ukuran mereka pun sangat besar. Dari Jabir bin Abdullah t bahwa Rasulullah r bersabda, “Aku diizinkan oleh Allah untuk berbicara kepada salah satu dari malaikat pembawa ‘Arsy. Sungguh, antara telinga dan bahunya sejauh perjalanan selama tujuh ratus tahun,” (HR. Abu Daud)
Para Hamalatul ‘Arsy ini selalu mensucikan Allah I sambil memuji segala nikmat-Nya dengan berkata, “Mahasuci Allah lagi Mahaterpuji.” Mereka beriman kepada Allah Yang Maha Satu, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Para malaikat pembawa ‘Arsy selalu mendoakan orang beriman sambil memohonkan ampunan baginya. Sebagaimana firman Allah I,
(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampun untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang yang sholeh di antara nenek moyang mereka, isteri-isteri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan, dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu maka sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. Al Mu’miin [40]: 7-9)
Dalam QS. Al Mu’miin [40]: 7-9, para malaikat yang memiliki kedudukan mulia dan didekatkan kepada Allah I (muqarrabun) berdoa kepada Allah I dengan memuji dan mengagungkan kesempurnaan ilmu serta keluasaan rahmat Allah I yang lebih luas dari dosa orang mukmin dan ilmu Allah meliputi semua lintasan pikiran, gerak hati, ucapan, perbuatan, diam, dan gerak mereka.
Para malaikat memohon kepada Allah I agar mengaruniakan empat hal bagi orang mukmin di muka Bumi.
1. Ampunan bagi orang mukmin yang bertobat dan mengikuti jalan Allah I dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
2. Perlindungan bagi orang mukmin dari siksa api neraka.
3. Permohonan memasukkan orang mukmin, orang tua, isteri, dan anak-anak mereka yang sholih ke dalam surga ‘Adn.
4. Menjauhkan orang mukmin dari perbuatan buruk di dunia karena Allah I senantiasa melindungi dari balasan buruk di hari kiamat bagi siapapun yang menjauhi perbuatan tidak baik.
QS. Al Mu’miin [40]: 7-9 mengisyaratkan adanya ikatan yang menghubungkan antara malaikat pembawa ‘Arsy dan malaikat di sekelilingnya dengan Bani Adam di muka Bumi sehingga mereka berdoa kepada Allah I untuk Bani Adam, terutama yang bertobat dengan sungguh-sungguh.
Asy Syinqithi dalam Adhwa’ Al Bayan mengatakan, “Secara garis besar, tidak ada perbedaan pendapat di antara kaum muslimin bahwa ikatan yang mengikat sebagian penduduk Bumi dengan sebagian yang lain, serta mengikat penduduk Bumi dengan penduduk langit adalah ikatan laa ilaaha illallaah.
Kalimat tauhid sumber penciptaan dan perintah, sumber pahala dan hukuman, serta kebenaran yang menjadi landasan agama. Pada hari kiamat, umat pertama hingga umat terakhir akan ditanya tentangnya sehingga tidak seorang hamba pun yang kakinya melangkah di hadapan Allah I sebelum ditanya mengenai dua hal, “Apa yang kalian sembah? Apa tanggapan kalian terhadap kehadiran rasul?”
Syeikh Asy Syinqithi berkata, “Ikatan hakiki menyatukan manusia yang berpecah dan menghimpun yang berselisih dalam ikatan laa ilaaha illallaah. Tidakkah Anda melihat bahwa pengikat inilah yang menyatukan masyarakat Islam seolah-olah satu jasad, membuatnya seperti bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian yang lain, serta membuat hati para malaikat pembawa ‘Arsy dan malaikat di sekelilingnya menjadi empati kepada Bani Adam yang ada di Bumi, meskipun ada perbedaan jauh di antara mereka.”
Dengan ikatan tauhid pula, para malaikat membantu umat Islam dalam setiap peperangan, seperti Perang Badar dan Uhud. Tidak akan ada doa, bantuan, dan pertolongan Allah I serta para malaikat-nya tanpa ikatan tahuid.
Ayat dari QS. Al Mu’miin [40]: 7-9 hampir senada isinya dengan QS. Al Ahzab [33]: 43 yang memberitakan bahwa para malaikat pun memohonkan ampunan bagi orang beriman,
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu) agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang) dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.  (QS. Al Ahzaab [33]: 43)
QS. Al Ahzab [33]: 43 merupakan dorongan untuk berdzikir, yaitu bahwa Allah I akan mengingat manusia maka berdzikirlah kalian kepada-Nya, seperti firman-Nya,
Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkari kepada-Ku.’  (QS. Al Baqarah [2]: 152)
Nabi Muhammad r bersabda,
Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku dan barangsiapa yang mengingat-Ku di satu tempat, niscaya Aku akan mengingatnya di satu tempat yang lebih baik dari itu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Sholawat dari Allah I adalah pujian-Nya kepada seorang hamba di sisi para malaikat. Demikian yang diceritakan Bukhari dari Abul ‘Aliyah dan diriwayatkan oleh Abu Ja’far ar Razi, dari ar Rabi’ bin Anas. Akan tetapi, ulama lain berkata, “Sholawat dari Allah adalah rahmat.” Dikatakan bahwa dua pendapat itu tidak saling bertentangan.
Namun, doa para malaikat merupakan bentuk sholawat yang menunjukkan bahwa mereka selalu ingat kepada hamba-Nya yang beriman dengan cara memohonkan ampunan untuk manusia.
Kedua surat tersebut (QS. Al Mu’miin [40]: 7-9 dan QS. Al Ahzaab [33]: 43) menunjukkan keluasan rahmat dan pujian Allah I kepada umat beriman serta doa para malaikat. Allah I mengeluarkan manusia dari gelapnya kejahilan dan kesesatan kepada cahaya petunjuk serta keyakinan.
Kelompok manusia yang didoakan para malaikat dan disayangi Allah I ini yang tergolong dalam Ahli Rahmat, orang yang memperoleh rahmat-Nya. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa jalan Allah I tersebut hanya akan ditunjukkan bagi siapapun yang gigih mencari keridhoan-Nya. Firman Allah I,
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.’ (QS. Al Ankabuut [29]: 69)
Doa yang diucapkan para malaikat pembawa ‘Arsy Allah merupakan bentuk tasbih kepada-Nya. Mereka mendoakan kaum yang beriman. Doa ini pun patut dilantunkan sebagai salah satu bentuk kesetiaan dan kecintaan terhadap kebajikan, amal sholeh berikut para pelakunya.

You may also be interested in the following product(s)

If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

1 comments for "Singgasana Allah di Atas Air"

  1. PROFILBOOK....

Leave a reply